Minggu, 12 Agustus 2018

Kumpulan Kata Bijak Motivasi dari Merry Riana


Merry Riana adalah seorang motivator wanita yang sudah dikenal di Indonesia. Sepak terjangnya dari sulit hingga menjadi sukses penuh inspirasi. Kata-kata bijak dari Merry Riana berikut ini semoga bisa menjadi motivasi:

Aku memang menjadi dewasa dengan mendadak karena kondisi. Jadi, kuputuskan untuk mengolah masalahku sendiri dengan dialog-dialog yang kubentangkan dengan diri sendiri.

Jika kamu punya keberanian dan kekuatan untuk bisa bertahan, aku yakin kamu juga punya kekuatan dahsyat untuk mengubah nasib.

Jangan pernah takut hari esok jika kamu bisa memenangkan hari ini dengan semangatmu yang luar biasa.

Manusia membutuhkan partner atau rekan yang bisa diajak berdiskusi atau saling menyemangati.

Kita bisa membentuk masa depan yang baik kalau smart memilih jenis pekerjaan dan membentuk etos kerja sejak sekarang. Jangan mengikuti hal-hal yang jurusnya telah menjadi sesuatu yang umum.

Aku harus melakukan sesuatu untuk memperbaiki keadaan. Tak perlu malu dan gengsi atas jenis pekerjaan yang kulakukan, karena toh pekerjaan itu bukan sesuatu yang nista.

Aku memiliki apa yang sangat dibutuhkan orang-orang yang ingin sukses, yakni kemauan dan tekad yang keras.

Setiap fase yang kamu jalani harus bisa mendatangkan pelajaran untuk naik ke fase berikutnya.

Sekali kita mencoba sesuatu dan bergerak, kesempatan-kesempatan akan bermunculan mengiringi gerak kita.

Hikmah terbesar yang kuhirup: kerja keras, perjuangan, ketekunan, kesungguhan, ternyata bukan slogan mustahil.

Selalu ada hal baru yang membuat kita lebih berilmu.

Pergulatankuu melewati keadaan sulit dengan berhemat dan bekerja telah mengantarkan aku pada kesadaran yang tajam: sesungguhnya kesejahteraan bisa diperjuangkan sejak muda.

Orang membutuhkan tiga hal untuk bisa sukses berbisnis atau mendapatkan uang, yakni adanya ilmu, modal, dan relasi.

Semua orang sukses pernah mengalami kegagalan, bahkan merasakan kesialan yang bertubi-tubi. Tapi mereka tidak runtuh, malah selalu belajar dari setiap kegagalan dan kesalahan.

Visiku ke depan telah begitu kritis dan tajam. Aku bertekad ingin meraih kebebasan finansial sebelum usiaku menginjak 30 tahun, karena aku ingin bisa berbuat banyak selagi orangtuaku masih muda.

Aku harus berani. Aku tidak boleh memelihara rasa takut.

Aku sanggup, dan memiliki kekuatan untuk mengembangkan kesanggupanku.

Aku boleh memiliki mimpi yang besar. Dan aku bertekad melakukan upaya untuk bisa mencapai cita-citaku.

Berani bertindak belum tentu menjamin keberhasilan. Namun, tidak bertindak sudah pasti menjamin kegagalan.

Kurasa iman adalah dasar terpeting dan paling dibutuhkan manusia di dunia sebelum berpikir untuk melakukan apapun.

Kami berusaha menegakkan kedewasaan dalam berpikir. Menyikapi kegagalan harus dengan kedewasaan.

Suatu saat aku akan menceritakan kisahku, pada orangtua, pada banyak orang, tentang bagaimana hidup harus diperjuangkan dalam kebertahanan energi positif. Itu cita-citaku.

Tidak ada pelangi kalau tidak didahului hujan. Jangan menyerah. Saat-saat yang luar biasa sulit dalam perjuangan adalah pertanda bahwa kesuksesan sudah mendekat.

Aku merasakan pola yang menarik: bekerja keras, berdoa, dan bersyukur.

Kita tidak akan mengetahui seberapa besar kekuatan yang kita punya sebelum kita berani melakukan perjuangan maksimal untuk meraih impian besar!

Jangan menciptakan excuse dengan mudah bagi setiap kesulitan.

Pada dasarnya nilai-nilai atau strategi suksesku muncul dari perjuangan nyata. Bukan lahir dari teori untuk kemudian dikumandangkan sebagai nasihat tanpa pembuktian konkret.

Kegagalan sebetulnya sebuah misteri Ilahi yang dibuat untuk membentuk kita agar semakin kuat. Kegagalan juga membentuk kita tangguh saat sukses benar-benar sudah di tangan.

Bekerja untuk mendapatkan uang yang cukup bagi kehidupan, akan membuat hidup kita menjadi lebih berkualitas. Uang dicari untuk lebih menyempurnakan sisi lain yang bisa kita raih dalam hidup.

Jangan memohon pada Tuhan untuk menolong dunia, tapi mohonlah agar Tuhan mau memakai diri kita untuk menolong dunia.

Seseorang yang telah sukses sebetulnya digiring untuk lebih mampu melayani orang lain, karena dia telah mampu melayani dirinya sendiri.

Aku merasa telah menemukan sumber kebahagiaan dalam hidup. Berbagi untuk mendukung sukses orang lain. Itulah rahasia kebahagiaanku kini.

Setiap kali aku terantuk oleh suatu kejadian yang menyedihkan, semangatku bisa kembali bangkit dengan mengingat masa-masa perjuanganku.
Read More

Sabtu, 14 Juli 2018

Zohri Sering Berlari Tanpa Sepatu Sebelum Menjadi Juara Dunia Lari 100 M


Sobat Bangun inspirasi, Lalu Muhammad Zohri adalah pelari Indonesia yang menjadi juara dunia lari 100 meter U 20 di Finlandia. Dengan waktu 10,18 detik, ia berhasil menjadi yang tercepat mengungguli 2 pelari Amerika dan pelari-pelari lainnya.

Selepas finish ia melambaikan tangan pada penonton, lalu sujud syukur. Itu adalah momen yang amat mengharukan baginya, dan juga bagi rakyat Indonesia yang mendukungnya.

Perjuangannya menjadi pelari apalagi menjadi juara dunia memang tidak mudah. Zohri bukanlah anak dari keluarga yang mampu secara ekonomi. Ia tinggal di rumah sederhana yang terbuat dari kayu. Ia juga tak mampu untuk membeli sepatu. Ia pun sering berlari tanpa sepatu dan alas kaki. Kadang pula ia berlatih berlari dengan sepatu yang sudah sobek



Tapi Zohri menjawabnya dengan prestasi. Di tahun 2017 ia berhasil menyabet 7 emas di kejuaraan nasional. Dan di tahun 2018 secara mengejutkan ia menjadi juara dunia.

Zohri, kehidupannya yang kekurangan tak mampu menghentikan langkahnya untuk berlari menggapai impian.

Sobat bangun inspirasi, silakan share kisah ini. Subscribe juga chanel Bangun inspirasi di Youtube
Read More

Jumat, 13 Juli 2018

Kisah Zohri, Juara Dunia Lari 100 M dari Indonesia. MENGHARUKAN!!


Sobat Bangun inspirasi, Lalu Muhammad Zohri adalah pelari Indonesia yang mencetak sejarah dengan menjadi juara dunia lari 100 meter U 20 di Finlandia. 

Simak Kisahnya berikut ini:


Dengan waktu 10,18 detik, pelari berusia 18 tahun ini berhasil menjadi yang tercepat mengungguli 2 pelari Amerika dan pelari-pelari lainnya.

Selepas finish ia melambaikan tangan pada penonton sebagai ucapan terima kasih atas dukungannya, lalu ia sujud syukur. Itu adalah momen yang amat mengharukan baginya, dan juga mungkin bagi seluruh rakyat Indonesia yang mendukungnya.

Perjuangannya menjadi atlet lari apalagi menjadi juara dunia memang tidak mudah. Zohri bukanlah anak dari keluarga yang mampu secara ekonomi. Ia tinggal di rumah yang sangat sederhana dan jauh dari kata layak. Bahkan ketika ia ingin mengikuti lomba lari, ia tak mampu untuk membeli sepatu. Ia pun meminta pada kakaknya untuk dibelikan sepatu, kakaknya pun hanya mampu memberikan ala kadarnya.

Tapi Zohri menjawabnya dengan prestasi. Di tahun 2017 ia berhasil menyabet 7 emas di kejuaraan nasional. Dan di tahun 2018 ini secara mengejutkan ia menjadi pelari Indonesia pertama yang menjadi juara dunia.

Itulah kisah Zohri, kehidupannya yang kekurangan tak mampu menghentikan langkahnya untuk menggapai impian.

Sobat bangun inspirasi, silakan share kisah pelari berprestasi ini. Subscribe juga chanel Bangun inspirasi Di Youtube
Read More

Minggu, 01 Juli 2018

Cara agar kamu tidak pernah sakit hati




Banyak orang yang sakit hati karena perkataan  orang lain, atau keputusan orang lain yang Tidak kita harapkan. Tapi di sisi lain, ada juga orang yang tidak mudah sakit hati

Sakit itu pasti ada sebabnya, dan biasanya penyebabnya dari diri kita sendiri. Misalnya kalau kita sakit perut, mungkin salah kita yang terlalu banyak makan pedas, atau ketika kita sakit kepala, mungkin karena kita kurang tidur, atau karena kita stress. Begitu pula dengan sakit hati.

Sakit hati itu sebenarnya bukan karena perkataan orang lain, bukan pula karena keputusan orang lain. Tapi karena kita yang mengizinkan sakit hati itu kita rasakan.

Kuncinya adalah dari pikiran kita, apakah kita bisa selalu berpikir positif dari apa yang orang katakan pada kita, atau apa yang orang putuskan yang berkaitan dengan diri kita, atau justru kita seringkali berpikir negatif sehingga membuat kita sakit hati.

Misalnya begini, jika ada orang yang menghujat kita, menghina kita, bahkan sampai mengeluarkan kata-kata binatang, apa reaksi kita? Apakah akan sakit hati atau tidak?

Jika kita sakit hati, artinya kita menuruti keinginan dia, karena dia ingin kita sakit hati. Jadi buat apa sakit hati, toh kita juga nggak akan berubah jadi binatang, kita tetap manusia. Perkataan dia tidak mengubah apa pun dari diri kita.

Atau ketika kekasihmu meninggalkanmu untuk bersama yang lain apakah kamu sakit hati? Buat apa sakit hati, bukankah kamu sebenarnya sedang ditunjukkan kalau dia bukan yang terbaik untukmu, dan mungkin saja ada orang lain yang lebih baik yang disiapkan untukmu.

Agar tidak sakit hati memang tidak mudah tapi kuncinya ada 3, yaitu jangan turuti kemauan orang yang ingin kita sakit hati jadi perkataan mereka tak usah dianggap, iklas menerima apa pun perkataan dan keputusan orang, danjuga selalu berpikir positif atas apa yang kita alami.


Read More

Sabtu, 23 Juni 2018

Mengatasi Penghalang Sukses dari Sekitar


Pada dasarnya penghalang dari diri kita sendirilah faktor yang paling besar dalam menghalangi kita pada tujuan kita. Namun tak bisa dipungkiri, penghalang dari sekitar pun biasanya mempengaruhi kita untuk berhenti memperjuangkan impian kita.

Mungkin Anda masih ingat, ketika kecil kita seringkali ditanya oleh orang-orang di sekitar kita, “Cita-citanya mau jadi apa?” Atau orang-orang di sekitar kita berkata, “Kamu harus punya cita-cita yang tinggi”.

Tapi setelah kita dewasa, apa yang sering kita dengar, “Sudahlah, punya impian yang wajar-wajar saja”, atau “Sudahlah kita ini dari dulu miskin, gak usah mimpi tinggi-tinggi”, dan berbagai kata-kata yang dapat melemahkan kita menuju impian kita.

Pada dasarnya mereka sebenarnya ingin kita sukses, hanya saja mungkin mereka tak ingin kita susah dalam mengejar kesuksesan itu. Thomas Alva Edison pun yang punya impian ingin membuat bohlam lampu mengalami hal yang sama. Ketika itu ia selalu dilanda kegagalan, bahkan ada yang menyebut ratusan sampai ribuan kali gagal. Bahkan pernah laboratoriumnya kebakaran. Orang-orang di sekitarnya bilang padanya untuk menyerah saja. Tapi pada saat laboratoriumnya terbakar ia berkata pada dirinya sendiri, ”Suatu saat saya akan bikin dunia seterang ini,” ucapnya melihat kebakaran yang menerangi malam itu.

Selain Thomas Alva Edison, banyak pula orang yang mendapat penghalang dari sekitar untuk meraih apa yang ia impikan. Misalnya saja Tirto Utomo, pendiri perusahaan air minum Aqua. Pada saat awal ia mendirikan usahanya, tak ada yang mau membeli. Bahkan banyak yang menganggapnya aneh atau mungkin gila. Karena ia menjual air minum lebih mahal dari harga bensin saat itu yang tentu juga setiap orang punya sumber air di rumahnya. Tapi usahanya bisa membuahkan hasil. Bahkan Aqua bisa menjadi perusahaan air minum terbesar di Indonesia.

Read More

Jumat, 22 Juni 2018

4 Cara Mengatasi Rasa Takut yang Menghambat Kesuksesan


Rasa takut seringkali menghalangi kita tuk berjuang mengejar impian kita. Takut rugi, takut bangkrut, takut salah, dan lain sebagainya.

Tapi rasa takut juga tidak sepenuhnya buruk. Rasa takut juga membuat kita lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan.

Namun seringkali rasa takut menghalangi kita untuk bertindak dan mengambil keputusan untuk tujuan yang baik dalam mengejar impian kita. Dan rasa takut seperti itu yang perlu kita atasi.

Lalu bagaimana cara mengatasi rasa takut tersebut?

Cara Mengatasi Rasa Takut:

1. Hadapi rasa takut itu

Salah satu cara untuk mengatasi rasa takut adalah dengan menghadapinya. Karena orang pemberani pun bukan berarti tidak memiliki rasa takut. Mereka memiliki rasa takut, tapi mereka berusaha menghadapinya. Walaupun akan muncul rasa deg-degan, namun kita akan merasa lega ketika telah melewati ketakutan tersebut. Tentu untuk tujuan positif ya.

Mungkin Anda pernah berjalan melewati jalan yang gelap. Dalam pikiran Anda mungkin sempat terbayang rasa takut, takut kalau ada pocong atau kuntil anak misalkan. Tapi setelah Anda berjalan melewatinya sebenarnya Anda tak melihat apa-apa di sana.

2. Membalikkan rasa takut

Cara yang kedua adalah dengan membalikkan rasa takut tersebut.

Misalkan, ketika kita takut untuk memulai usaha, ketika Anda merasa takut gagal, atau takut rugi, segera balikkan rasa takut itu. Pikirkanlah bahwa jika Anda tak segera mulai, bagaimana dengan kehidupan keluarga Anda nantinya yang harus mengandalkan gaji pas-pasan, bagaimana jika sakit dan tak bisa bekerja, bagaimana jika sudah tua dan pensiun. Jika kita punya bisnis yang sudah berjalan sistemnya, tentu sistem itu akan memberikan penghasilan tanpa kita terlibat sekalipun. Walaupun di awal-awal memang harus bekerja keras membangun sistem bisnis tersebut, dan risiko pasti ada.

3. Pikirkan risiko dengan logika

Cara Ketika untuk mengatasi ketakutan adalah pikirkan dengan logika kalau risiko yang kita hadapi sebenarnya tidak terlalu besar. Anda juga bisa membandingkan dengan hal yang lebih berisiko yang sering Anda lakukan. 

Misalkan, ada orang yang takut bicara di depan umum. Pikirkan risikonya jika Anda memaksakan diri berbicara di depan umum. Risiko yang muncul paling besar mungkin adalah Anda gugup berbicara, Anda salah mengucapkan kata-kata. Cuma itu kan? Tak lebih besar dari itu. Dan saya juga yakin kalau orang yang mendengarkan Anda akan mengerti tentang hal itu.

Atau juga ada orang yang takut untuk berbisnis. Apa risiko yang terjadi jika bisnis kita gagal? Risiko paling besar mungkin bangkrut. Lalu coba Anda bandingkan dengan hal berisiko yang sering Anda lakukan. 

Begini, saya yakin setiap orang setiap hampir setiap harinya naik motor atau mobil, atau setidaknya menjadi pengguna jalan. Mungkin kita tak menyadari kalau sebagai pengguna jalan risikonya sangat besar. Coba Anda cek berapa puluh ribu orang yang tewas setiap tahunnya karena kecelakaan lalu lintas? Pasti jumlahnya sangat banyak.

Lalu kenapa kita tidak takut untuk berkendara? Karena saat kita berkendara, yang kita pikirkan adalah tujuan kita. Misalkan kita mau ke kantor, mau ke kampus, atau mau ke mall. Yang kita pikirkan tentang risiko hanya meminimalisir seperti menggunakan helm dan jaket ketika naik motor, memakai sabuk pengaman ketika naik mobil, mematuhi rambu lalu lintas, membatasi kecepatan, dll. Dengan meminimalisir risiko itu belum tentu juga kita bebas dari kecelakaan, kan? Tapi kita tidak takut karena kita fokus pada tujuan kita.

Jika saat kita berkendara, kita tidak takut pada risiko. Kita fokus pada tujuan dan hanya meminimalisir risiko, lalu kenapa saat kita ingin mengejar impian kita, yang kita pikirkan hanya takut pada risiko. Saat kita bisnis yang kita pikirkan hanya takut bangkrut, dan ketakutan lainnya. Seharusnya kita fokus pada tujuan dan hanya meminimalisir risiko.

4. Menyerahkan hasil pada Tuhan

Ini yang mungkin kita sering lupa saat kita takut untuk mengejar impian kita. Selama impian kita positif dan memberikan kebaikan untuk hidup ini, kenapa kita harus takut untuk menjalaninya. Seharusnya yang kita lakukan hanya berusaha dan berdoa. Seharusnya kita menyerahkan hasil pada Yang Maha Kuasa. Menyerahkan takdir pada Sang Ilahi.

Intinya yang perlu kita pahami adalah bahwa jika kita berusaha mencapai apa yang kita impikan memang berisiko, tapi jika kita tak berusaha tentu akan lebih berisiko lagi.

Read More

2 Cara Mengatasi Rasa Malas


Rasa malas ini merupakan salah sesuatu yang menjauhkan kita dari impian kita. Tentu setiap impian butuh perjuangan. Dan rasa malas menggoda kita untuk hanya bersantai-santai, untuk tidak berusaha keras mengejar impian kita.

Ada dua hal untuk mengatasi rasa malas. Dua hal ini bisa kita lakukan secara bersamaan. Yaitu sama ketika kita ingin membuat kelinci yang malas untuk berlari cepat. Apa yang kita lakukan untuk membuat kelinci lari cepat. Ada dua hal. Yang pertama kasih wortel di depannya dan yang kedua kasih anjing di belakangnya.

Tentu si kelinci yang lapar ingin memakan wortel, dan jika kita kasih wortel di depannya ia akan mengejarnya. Tapi jika si kelinci tidak lapar ia tentu tidak akan mengejar wortel tersebut. Maka dari itu diperlukan anjing di belakangnya yang selalu mengejarnya dan membuat si kelinci lari cepat.

Dalam usaha kita mengejar impian kita pun harusnya seperti itu. Bayangkan apa yang benar-benar ingin kita kejar, dan bayangkan apa akibatnya jika kita hanya berdiam diri. Misalkan, kalau kita ingin menjadi seorang pengusaha. Bayangkan betapa nikmatnya ketika kita telah menjadi pengusaha sukses, dan juga bayangkan jika kita tidak bergerak, mungkin selamanya hidup kita akan sulit.

Read More

Jadi Sukses dengan Mengubah Kebiasaan


Setelah mengubah pola pikir dan sikap kita, selanjutnya kita harus mengubah kebiasaan kita. Tentu kita harus meminimalisir kebiasaan negatif kita dan mengikuti kebiasaan-kebiasaan orang yang telah mencapai kesuksesan. Tentunya kebiasaan-kebiasaan positifnya.

Misalkan, orang sukses terbiasa disiplin, terbiasa tepat waktu, terbiasa dermawan, dan lain sebagainya. Maka kita perlu mencontoh kebiasaan-kebiasaan tersebut.

Jika perlu, belajarlah dari orang sukses tersebut. Kita bisa bekerja sama dengan mereka atau setidaknya bekerja dengan mereka hingga kita bisa lihat kebiasaannya dan kita tiru kebiasaan itu untuk mencapai kesuksesan.

Untuk mengubah kebiasaan, awalnya memang tak mudah. Ada hukum kelembaman yang berlaku. Seperti ketika kita menggoes sepeda, saat pertama kali menggoes akan terasa lebih berat dibandingkan setelahnya.

Sama seperti mengubah kebiasaan. Orang yang malas akan sulit berubah menjadi rajin. Dan kesulitan itu dialami di bagian awal ketika ingin berubah. Maka diperlukan tekad yang kuat di awal kita ingin berubah.

Read More

Menjadi Sukses dengan Mengubah Sikap


Di Prancis ada seorang gelandangan yang setiap hari hidup di jalanan dan mengemis. Suatu ketika, di kota tersebut sedang diadakan sebuah festival yang diadakan di sebuah tanah lapang. Di festival tersebut ada sebuah tenda ramalan gratis. Si gelandangan penasaran dengan tenda ramalan tersebut. Ia pun mendatanginya.

Si peramal dalam tenda tersebut memeriksa garis tangan si pengemis. Tak lama kemudian si peramal terbelalak ketika melihat garis tangan si pengemis,

“Tidak mungkin. . .ini tidak mungkin...!!” ucap si peramal seolah tak percaya.

“Ada apa?” tanya si gelandangan.

“Anda seharusnya tidak mungkin jadi gelandangan, Anda seharusnya jadi orang besar. Garis tangan Anda sama dengan garis tangan Napoleon Bonaparte,” jawab si peramal.

Si gelandangan keluar dari tenda ramalan gratis tersebut dengan wajah yang tak percaya. Tapi di sisi lain ia penasaran. Ia pun mencoba masuk ke tenda ramalan gratis yang lainnya.

“Tidak mungkin. . .Anda tidak mungkin jadi gelandangan. Garis tangan Anda sama dengan garis tangan Napoleon..!!!” ucap peramal lainnya yang juga meramalkan hal yang sama.

Si gelandangan kali ini mulai berpikir, “Apa seharusnya aku memang bukan seorang gelandangan?” tanya si gelandangan pada dirinya sendiri.

Selepas dari tenda ramalan itu kemudian ia mulai mencoba untuk mengubah sikapnya. Ia mencukur jenggotnya, merapihkan rambutnya, ia juga berjalan dengan tegak. Ia juga mengubah cara bicaranya yang biasanya memelas untuk dikasihani orang menjadi lebih berwibawa. Ia juga mengubah cara dia berpakaian, kemudian ia mencoba mencari pekerjaan.

Dan tahukah Anda, singkat cerita, gelandangan ini pernah tercatat sebagai orang terkaya ke 4 di Prancis. Apakah karena ramalan 2 peramal tadi yang hebat? Bukan, tentu saja bukan. Tak ada seorang pun yang bisa mengetahui nasib seseorang. Ia bisa menjadi orang sukses karena ia telah mengubah pola pikirnya. Yang tadinya ia meyakini kalau dirinya hanyalah gelandangan, kemudian ia meyakini kalau ia mungkin untuk menjadi sukses. Setelah mengubah pola pikirnya, gelandangan itu mengubah sikapnya yang membuatnya lebih pantas untuk meraih sukses.

Jika kita ingin sukses, bersikaplah seperti orang sukses. Hilangkanlah semua pikiran negatif yang melemahkan kira. Anda juga bisa mengubah cara berjalan, berbicara, dan bersikap seolah-olah kita telah mencapai kesuksesan tersebut. Tapi tentu tetap menjadi orang yang rendah hati.

Read More

Meraih Impian dengan Mengubah Pola PIkir


Ada pepatah yang mengatakan, “Anda adalah apa yang anda pikirkan”. Jika Anda berpikir Anda bisa, maka anda benar. Tapi jika Anda berpikir tidak bisa, maka Anda juga benar. 

Dari Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu, ia berkata bahawa Rasulullah bersabda, Allah berfirman,
أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِى بِى
“Aku sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku.”  

Hadits tersebut mengajarkan kita untuk berprasangka baik bahwa Yang Maha Kuasa akan mengabulkan doa kita.

Seorang profesor bernama Tony Dickenson melakukan percobaan dengan memberikan kejutan listrik terhadap 6 orang mahasiswa. Mereka dibagi menjadi 2 kelompok, yang akan diberi 2 macam obat, kelompok pertama diberi obat pengurang rasa sakit dan kelompok kedua diberi obat penambah rasa sakit. Dengan level sengatan listrik yang sama, kelompok yang memakan obat penambah rasa sakit ternyata merasakan rasa sakit lebih dari sebelum mereka memakan obat. Sedangkan kelompok yang memakan obat pengurang rasa sakit dapat menahan rasa sakit lebih lama dan merasa bahwa sengatan listrik berkurang.

Tapi tahukah Anda, bahwa ternyata mereka sama sekali tidak diberikan obat pengurang rasa sakit atau pun obat penambah rasa sakit. Kedua obat itu ternyata sama, yaitu hanyalah tepung dan gula yang diberi warna berbeda. Itulah yang disebut efek placebo. Lantas apa yang membuat mereka merasa lebih sakit atau berkurang sakitnya? Pikiran merekalah yang membuat obat placebo tersebut bekerja seperti obat sesungguhnya.

Jadi, kita perlu mengubah pola pikir kita untuk meraih apa yang kita impikan.

Orang sukses selalu optimis, sedangkan orang galau selalu pesimis. Orang sukses selalu optimis akan masa depannya dan setiap keputusannya. Meskipun seringkali ia didera kegagalan. Sementara orang galau selalu pesimis dengan apa yang terjadi dalam hidupnya.
Pikiran kita dapat menuntun kita ke apa yang ingin kita capai. Tapi disadari atau tidak, kita seringkali berpikir tentang apa yang tidak kita inginkan. Contohnya ketika kita mau mulai bisnis, kita berpikir bagaimana kalau gagal, bagaimana kalau ditipu, bagaimana kalau rugi, dan lain sebagainya. Atau ketika kita mendapat kesempatan berbicara di depan banyak orang, tanpa kita sadari kita berpikir bagaimana jika salah ngomong, bagaimana jika omongan kita tidak diperhatikan, dan lain sebagainya.

Mulai sekarang, kita ubah pola pikir kita. Setiap ada tantangan yang ada pikirkanlah bahwa kita dapat mengatasinya. Pikirkanlah apa yang benar-benar ingin kita capai. Walaupun memang kita tidak akan bisa memantau semua pikiran sadar ataupun pikiran tak sadar kita. Karena pikiran tidak pernah berhenti. Tapi setidaknya, ketika pikiran kita melemahkan kita, segera balikkan pikiran itu untuk memikirkan pemikiran yang menguatkan kita. 

Read More