pemimpin inspiratif

Selasa, 03 April 2012

Meredam Emosi



"Emosi itu ibarat sebuah bendungan. Ketika bendungan itu bocor dan roboh, maka akibatnya bisa fatal."

Di sebuah rumah tinggalah keluarga yang terdiri dari Bapak Ibu dan anak. Anak mereka masih sangat kecil beru berusia 1 tahun. Selain itu di rumah mereka juga dipelihara anjing yang sudah tinggal selama bertahun - tahun.

Suatu ketika mereka harus menghadiri acara undangan dari rekan mereka. Terpaksa mereka harus meninggalkan anak mereka yang sedang tidur kala itu untuk sementara waktu. Toh ada anjing penjaga yang menjaga rumah itu. (pikir mereka)

Setelah acara selesai mereka pun kembali ke rumah. Namun mereka disambut oleh gongongan anjing peliharaan mereka. Di mulut anjing itu juga terdapat darah. Mereka pun segera bergegas ke kamar anaknya untuk melihat apakah kondisi anaknya baik - baik saja.

Namun alangkah kagetnya mereka ketika melihat di lantai kamar anaknya terdapat darah dan anaknya pun terkulai di tempat tidur. Dan sebelumnya mereka melihat ada darah pula di mulut anjing peliharaannya yang telah dipelihara bertahun - tahun.

Kemudian tanpa pikir panjang bapaknya si anak itu langsung mengambil kayu dan memukul anjing pliharaannya berulang - ulang kali dengan sekeras kerasnya hingga anjingnya terkulai tak berdaya dan mati.

Ia berpikir bahwa anjing peliharaannya telah menggigit anaknya. Namun beberapa lama kemudian mereka melihat ular besar yang telah mati di bawah ranjang tempat anaknya tidur. Rupanya darah yang ada di lantai dan di mulut anjing itu adalah darah ular. Dan rupanya si anjinglah yang telah menggigit ular itu hingga tewas untuk melindungi anak majikannya itu.

Setelah mengetahui kejadian itu si majikan pun merasa menyesal sekali terhadap tindakan yang telah ia lakukan. Ia telah membunuh anjing peliharaan yang telah dipelihara selama bertahun - tahun dan telah menjaga anaknya. Namun penyesalannya takkan bisa menghidupkan kembali anjing peliharaannya itu yang telah mati.

=========================================================

Kadang emosi menguasai diri kita hingga kita tak mampu berpikir lagi yang mana yang benar. Nah, dari cerita di atas jangan sampai emosi menguasai diri kita karena justru akan merugikan diri kita sendiri.

Jika kita emosi berusahalah untuk mengambil jeda sebelum kita mengambil sikap atas kondisi yang terjadi. Jangan terburu - buru merespon negatif apapun yang terjadi. Cobalah untuk menarik napas terlebih dahulu dan berpikir tentang hal - hal yang positif sebelum menarik kesimpulan.

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan komentar dengan baik dan bijak. Sesuai dengan artikel yang dibaca :)

Ikuti Lewat email anda

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More