Lika - Liku Menggapai impian


By : Wiwi Indri Anti

Bismilahirrahmanirrahiim,,
Hidup adalah kegelapan jika tanpa hasrat dan keinginan. Dan semua hasrat dan keinginan adalah buta jika tidak di sertai pengetahuan. Dan pengetahuan adalah hampa jika tidak di ikuti pelajaran. Dan semua pelajaran adalah akan sia-sia jika tidak di sertai cinta...                                                                                  Kahlil Gibran

Ceria, Semangat, Optimis, Cerewet, dan jail, Itulah saya. Saya sangat senang berbicara, tapi berbicara di sini bukan berbicara yang negatif pastinya, saya sangat senang berbicara, baik itu menyangkut seni seperti membaca puisi, berkabaret, dan juga drama. Ataupun dalam ilmu jurnalistik seperti menjadi seorang MC dalam setiap acara baik di lingkungan kampus, atau pun di luar kegiatan kampus.  Dahulu, ketika saya masih duduk di Sekolah Dasar kelas 4 , Saya bercita-cita ingin menjadi seorang  guru.  Bisa di bayangkan, menjadi seorang guru adalah suatu pekerjaan yang mulia. Guru itu selalu mengajarkan anak – anak muridnya, dari yang awalnya si murid tidak mengenal huruf sampai bisa mengenal huruf bahkan membacanya. Karena bertambahnya usia, dan ketika saya duduk di Sekolah Menengah Pertama, impian saya berubah, saya ingin menjadi seorang seni, seseorang yang amat mencintai seni dan budaya, mungkin itu semua karena ketika saya SMP saya pernah menjuarai lomba puisi , tingkat Kabupaten. Dan setelah duduk di Sekolah Menengah Atas, Saya bermimpi untuk bisa menjadi seorang reporter dalam acara berita TV. Seiring berjalannya waktu, impian dan cita- cita saya berubah, emm,, mungkin memang karena adanya pengaruh lingkungan.hehe..

Wah saya hampir lupa, setelah panjang lebar bercerita mengenai saya, saya lupa berkenalan. Kenalkan nama saya Wiwi Indri Anti, saya ini adalah anak kedua dari pasangan yang cantik dan ganteng , tak khayal sayapun cantik. Bapak saya bernama Sodik, beliau berasal dari suatu daerah yang sangat terkenal di Provinsi Jawa. Terkenal rumah makannya WARTEG (Warung Tegal). Ya benar sekali, bapak saya berasal dari Tegal. Tetapi jangan salah, walaupun Bapak saya dari Tegal, tapi wajahnya ganteng sekali seperi orang Arab. Kemudian mamah saya bernama Ratna Dewi. Mamah saya ini berasal dari suatu daerah yang terkenal juga dimana-dimana. Di setiap daerah pasti selalu ada rumah makannya, yakni Rumah makan PADANG. Iya mamah saya berasal dari Padang.  Jadi, saya lahir dari pasangan yang tekenal dengan rumah makannya, yang berhubungan dengan rasanya yang manis dan pedas. Itulah sebabnya wajah saya  manis, tetapi akan pedas jika ada hal yang tidak sesuai dengan hati saya.haha.. Wah maaf ya jika terlalu panjang menceritakan seluk beluk kedua orang tua saya. Pastinya saya sangat bangga kepada kedua orang tua saya.

Bapak saya sekarang sudah berumur 48 tahun, usia dimana sudah setengah produktif. Karena sudah hampir menginjak kepala lima. Tapi, jangan salah walaupun usianya sudah tidak muda lagi, tapi bapak saya ini tenaganya masih seperti anak yang berusia 20 tahun. Jika ada orang yang bertanya, “ Siapa sih orang yang menjadi ispirasi dalam hidup kamu wi ?” pasti selain saya menjawab Nabi Muhammad SAW, saya juga pasti menjawab Bapak saya. Lalu, jika saya di tanya lagi “Kenapa si ko bapak kamu wi?” saya pasti menjawab, karena jika tidak ada Bapak saya, sya tidak akan lahir kedunia ini, walaupun ini semua terjadi atas izin Allah SWT.  Tetapi, bukan karena itu saja, walaupun Bapak saya bukan seorang Presiden, bukan seorang Menteri, bukan seorang TNI, Saya tetep bangga dengan beliau, walaupun Bapak saya bekerja hanya buruh pabrik biasa. Saya bangga kepada Bapak saya karena Bapak saya dari usia 13 tahun, Beliau sudah sangat mandiri, Beliau membantu Ibunya berjualan, mungkin kemandirian ini terjadi karena kedua orang tua dari bapak saya bercerai, sehingga bapak saya lebih mengutamakan mencari uang untuk ibunya di banding sekolah ketika itu, bapak saya hanya lulusan SMK, tidak meneruskan ke perguruan tinggi, karena Bapak saya tidak memiliki biaya untuk sekolah, dan prihatin melihat ibunya yang sakit-sakitan, bekerja untuk membiayai sekolahnya, Sehingga bapak saya memutuskan untuk berhenti sekolah dan merantau ke Jakarta. Di Jakarta Bapak saya bekerja serabutan ketika muda, mulai dari bekerja di pasar, lalu bekerja menjual kue Putu berkeliling ke kampung-kampung, berjualan gorengan, dan yang lainnya, sampai akhirnya ketika Bapak saya sudah dewasa, Beliaupun melamar pekerjaan di suatu pabri makanan di Jakarta, dan sampai sekarang bapak saya menjadi buruh pabrik di pabrik tersebut. Penghasilan Bapak saya alhamdulilah cukup, cukup untuk membeli makan,cukup untuk membiayai anak-anaknya sekolah. Karena Bapak selalu bilang tetap bersyukur kepada Allah SWT karena jika kita bersyukur walaupun sedikit akan terasa banyak.

            Ketika saya sekolah, alhamdulilah dari SD sampai SMA saya selalu masuk tiga besar, mungkin ini semua karena dorongan dari semangatnya Bapak dan mamah saya. Dari kecil saya suka mengikuti perlombaan puisi, dan membaca pidato baik bahasa Indonesia ataupun bahasa Sunda, lalu saya juga mengikuti lomba cerdas cermat antar SD tingkat Kecamatan dan lolos sampai tingkat kabupaten. Alhamdulillah, ini semua karena kisah dahulu kedua orang tua saya yang membuat saya ingin menjadi seseorang yang di pandang karena kepiawannya dari  mulai akhlak dan  ilmunya.  

            Kedua orang tua saya sangat mengutamakan pendidikan kepada anak-anaknya, ketika saya SMP, Bapak saya pernah berkata, bahwa beliau mencari uang dalam artian kepala menjadi kaki, kaki menjadi kepala untuk saya , ka Windi sama ade Wiki, dan Beliau berpesan agar saya di sekolah menjadi anak yang  cerdas dan pintar, agar keringat Bapak yang keluar selama Bapak bekerja, tidak sia-sia.  Ketika itupun semangat belajar saya menjadi melonjak, ya walaupun ketika SD sudah semangat.  Tidak hanya itu, ketika saya SMP saya sudah mulai berjualan , lumayan uangnya untuk di tabung dan untuk jajan. Ketika saya SMP, saya berjualan uduk, mamah saya yang buat uduknya. Kebetulan mamah saya hanya ibu rumah tangga biasa. Setiap hari saya jualan uduk, pagi-pagi mamah membungkus uduknya, ketika itu uduknya di jual Rp. 1000-1500 saja. Walaupun harganya murah, uduknya sangat enak saya membawa 50-70 bungkus setiap hari.  Uduk saya terkenal sampai ke kelas-kelas lain. Saya tidak malu berjualan walaupun waktu itu ada saja teman saya yang sirik pada saya. Walaupun saya berjualan, saya tetap fokus dalam belajar, alhamdulillah hasil belajar saya di SMP,  saya bisa menjuarai beberapa olimpiade sains dan juara di kelas, selain itu saya juga bisa masuk ke SMA Negeri yang terfavorit dan terbaik di daerah saya tanpa tes.  Kemudian, tidak hanya itu setelah SMA saya pun bisa menjadi siswa yang masuk ke dalam tiga besar dalam kelas.  Sebenarnya semua yang saya dapatkan tidak akan terjadi tanpa ridho orang tua juga, dan juga doa orang tua. Sebenaryna ketika saya SMA, banyak sekali teman-teman yang tidak suka dengan saya, karena mungkin mereka sirik melihat nilai-nilai saya yang berada di atas rata-rata teman-teman saya, tidak hanya itu, guru-guru pun sangat menyukai saya, jika ada tugas , saya yang di suruh untuk memberitahukan kepada temann-teman yang lain, mungkin karena saya anak yang tidak membantah kepada guru, sehingga guru-guru pun menyukai saya. Tetapi, walaupun ada beberapa teman yang tidak menyukai saya, saya tetap berprilaku baik kepada teman – teman saya, dengan harapan sikap mereka akan berubah menjadi baik pula pada saya.

            Seiring berjalannya waktu, dan sudah menginjak kelas XII IPA di SMA Negeri di kota Cikampek, saya pun sudah mulai berpikir untuk melanjutkan perguruan tinggi, karena di sekolah saya sangat menyukai pelajaran yang berhubungan dengan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, maka saya pun berencana untuk melanjutkan kuliah, ke Fakultas MIPA.  Jujur, di dalam hati saya, saya ingin sekali melanjutkan ke Kedokteran Umum tetapi karena saya menyadari bahwa ekonomi keluarga yang tidak memungkinkan untuk saya masuk kuliah ke jurusan tersebut. Karena Fakultas kedokteran pasti membutuhkan biaya yang jumlahnya ratusan juta, bapak saya pun bilang jika kuliah masuk ke kedokteran jual rumah adan tanah pun tiidak cukup untuk membiayai kuliah sampai selesai, wah sirna harapan saya untuk menjadi seorang dokter.,saya pun mulai berfikir , ketika kakak saya kuliah di perguruan tinggi swasta, dengan penghasilan orangtua yang pas-pasan, Bapak dan Mamah sangat pintar untuk membagi-bagi uang . Untuk keperluan kuliah kakak saya, untuk makan setiap bulannya, untuk uang belanja yang lainnya. Untuk kebetuhan kuliah awal kakak saya pun, bapak saya memimjam ke koperasi di pabriknya.  Bisa di bilang ketika kakak saya kuliah, untuk mencukupi kebutuhan sangat pas-pasan, untungnya saja mamah pintar menyimpan uang, Sebelum Kakak saya kuliah mamah suka membeli emas, sehingga ketika keluarga kami sangat membutuhkan uang, mamah bisa menjualnya untuk keperluan yang mendesak. Saya pun dulu, sangat khawatir tidak bisa melanjutkan kuliah. Karena Bapak saya berkata : “Kuliah nya tahun depan aja ya, karena uang Bapak sudah habis di pake kakak untuk kuliah”. Karena memang usia saya dan kaka berbeda 3 tahun, sehingga ketika saya lulus SMA , kakak saya pun lulus kuliah dengan gelar D3 nya. Sehingga bisa di katakan uangnya bures , jika saya harus kuliah di tahun yang sama. Saya pun mulai berfikir : “tidak apa-apalah, saya tidak masuk ke perguruan tinggi negeri, yang penting bisa kuliah, Karena ketika itu saya berfikir bahwa perguruan tinggi negeri untuk masuk kuliah membutuhkan uang yang cukup besar, mencapai puluhan juta rupiah, uang dari mana saya. Karena memang keluarga saya tidak memiliki uang sebanyak itu. Uhh, sirna sudah harapan saya kuliah di perguruan tinnggi negeri.  Ketika saya SMA, saya tidak terlalu mengerti tentang SNMPTN, karena memang ketika tahun saya dari pihak sekolah tidak ada pemberitahuan yang pasti, dan tidak ada kakak- kakak mahasiswa yang bersosilisasi ke sekolah saya. Padahal jika saya masuk lewat SNMPTN biaya nya bisa lebih murah, Tetapi alhamdulilah saya bukan tipikal orang yang mudah putus asa. Dan alhamdulilah Allah SWT, memberikan petunjuk untuk saya, agar saya bisa masuk ke perguruan tinggi.  Ketika itu saya mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) untuk mewakii sekolah saya se- Kabupaten Karawang. Selanjutnya atas ijin Allah SWT, saya menjadi juara ke 2 se- Kabupaten karawang, sehingga saya pun mengikuti Olimpiade lagi hingga se -provinsi Jawa Barat.  Ketika saya menjadi juara di karawang saya pun bisa bertemu dengan bapak Bupati , dan saya pun masih ingat ketika itu bapak Bupati berkata bahwa nanti di tahun 2010, akan ada beasiswa full sampai S1, di coba saja ya neng siapa tau dapet, wah saya  pun sangat senang mendengar informasi tersebut, mengingat keadaan ekonomi keluarga yang sedang kurang untuk biaya kuliah. Setelah informasi tersebut, saya pun rajin membuka internet. Melihat beasiswa yang di adakan pemerintah untuk siswa SMA  sederajat yang lulus di tahun 2010. Tapi saya pun tidak menemukan beasiswa yang diadakan pemerintah. Alhamdulillah, Allah sangat sayang dengan saya, karena saya dapet informasi ada beasiswa bidik misi dari teman saya, beasiswa ini untuk semua universitas negeri di Indonesia. Saya pun langsung membuka alamat web bidik misi karena saya berniat untuk mengikuti beasiswa ini. Di sekolah sama sekali tidak ada pengumuman beasiswa Bidik Misi. Saya mendaftar beasiswa ini sendiri, ketika itu saya di beri teman saya formulir beasiswa bisik misi, dimana terdapat dua pilihan universitas yang kita inginkan, saya memilih dua universitas negeri di Bandung. Kemudian saya pun mengirim persyaratan ke alamat universitas yang saya pilih, saya dan teman-teman mandiri daftar beasiswa bidik misi ini, karena pihak sekolah tidak tahu menau tentang beasiswa ini. Akhirnya saya dan teman-teman yang lain mengirimkan persyaratan lewat pos sangat lama sekali. Saya pun sempat putus asa, tidak di terima  beasiswa bidik misi ini. Saya mulai berpikir, mungkin saya tidak di terima berarti memang bukan rezeki saya. Hingga suatu hari, ketika saya sedang mencuci baju saya di telpon oleh teman saya yang bernama vivi, kebetulan dia pun mendaftarkan diri ke salah satu Universitas yang saya pilih juga, sehingga kami pun selalu bersama ketika mengurus beasiswa itu.  Saya di beritahu oleh teman saya bahwa saya di terima masuk di salah satu Universitas Negeri di Bandung jalur beasiswa bidik misi. SUBHANAULLAH,,,ALHAMDULILLAHIRABBILALAMIN.. Laahaula walaa kuwwata illa billah...Memang tiada daya upaya kecuali dengan pertolongan Allah SWT.  Lewat pertolongan Allah ini, saya di terima di Universitas Negeri, yaitu Universitas Padjadjaran. Karena ketika mendaftar ada 5 pilihan jurusan, saya pilih jurusan pertama Biologi, yang kedua Matematika, yang ketiga Fikom, yang keempat Kimia dan yang terakhir saya pilih Keperawatan. Dan alhamdulillah pada pilihan pertama saya sudah di terima, sehingga kini saya kuliah di jurusan Biologi, di Universitas Negri tersebut. Sebenarnya saya ingin Kedokteran tetapi ini adalah jalan yang menurut Allah baik untuk saya, dan memang ternyata Allah mempunyai rencana lain, yakni di taun 2012 ini, saya pun di nobatkan menjadi First Runner Up Puteri Padi Karawang, dengan predikat saya sebagai Puteri Padi, tentu saja kuliah di Jurusan Biologi sangat berhubungan. Saya sangat bersyukur atas apa yang Allah berikan untuk saya, dan saya dapat kuliah di Universitas Negeri tanpa biaya alias beasiswa. Cita-cita saya pun terwujud, kuliah gratis. Sehingga Bapak dan Mamah saya tidak perlu pusing memikirkan biaya kuliah dan biaya hidup saya, karena melalui beasiswa bidik misi ini selain saya kuliah tanpa biaya, saya pun mendapatkan biaya setiap bulannya, untuk hidup dan keperluan kuliah. Saya menyadari, bahwa saya harus sungguh-sungguh dalam kuliah, harus mendapatkan nilai yang gemilang seperti emas. Sehingga pengorbanan Bapak saya di pabrik setiap hari, yang selalu berhubungan dengan mesin-mesin besar dan panas, mengangkat bahan hingga berkilo-kilo gram, dan mengontrol gas-gas besar, itu semuanya tidak sia-sia. Saya pun berjanji akan membayar keringat Bapak saya, membayar doa dari Mamah dengan Prestasi saya di Universitas tersebut, karena kuliah mendapatkan beasiswa ini adalah sebuah amanat dari rakyat, karena kita di biayai dari pajak yang di bayar oleh rakyat. Sujud syukur , alhamdulillah dan Bismillahirrahmanirrahiim.  Semoga cita – cita saya menjadi seorang Doktor mikrobiologi terwujud. Amin...

Saya bertekad untuk mensosialisasikan beasiswa Bidik Misi kepada adik-adik saya yang hendak masuk ke Universitas Negri di Indonesia, khususnya bagi yang tidak memiliki biaya untuk kuliah, dengan harapan semoga adik-adik di daerah Karawang khususnya, bisa melanjutkan kuliah dan mewujudkan cita-citanya tanpa memikirkan biaya. Karena saatnya pemuda-pemudi di Indonesia yang bergerak menuju kemerdekaan sesungguhnya, karena ”Kemerdekaan yang sesungguhnya adalah suatu hal yang tidak dapat kau peroleh kecuali  bila kau besedia memberikannya kepada sesamamu”yang bertujuan untuk memajukan negara Indonesia.  SEMANGAT MENGINSPIRASI!
Lika - Liku Menggapai impian Lika - Liku Menggapai impian Reviewed by Rival Ardiles on 22.22.00 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Silakan komentar dengan baik dan bijak. Sesuai dengan artikel yang dibaca :)

Facebook

Bangun Inspirasi. Diberdayakan oleh Blogger.