Sabtu, 08 Juni 2013

Pengusaha Tambal Ban Beromset 1 Milyar



Apa yang ada di benak kita jika mendengar usaha tambal ban?
Pasti yang ada di benak kita adalah usaha kecil di pinggir jalan dengan pendapatan pas-pasan ia kan? Tapi jangan salah, yang satu ini beda. Pria yang satu ini adalah pengusaha tambal ban yang beromset 1 MILYAR. Wowwwww ga percaya????

Andri Firmansyah, pria lulusan Universitas Airlangga tahun 2008 mulai bisnis tambal ban sejak 1,5 tahun lalu. Terus apa yang membuat omset usaha tambal ban miliknya ini bisa sampe 1 MILYAR yah? Ternyata bisnis tambal ban yang dijalaninya berbeda dengan bisnis tambal ban yang ada di pinggir-pinggir jalan.

Dengan berbekal kemampuan yang didapatkannya semasa di bangku kuliah dan ketekunannya mengikuti seminar-seminar tentang peluang usaha, ahirnya Andri menciptakan bisnis Tambal Ban Otomatis. Tambal ban otomatis ini menggunakan cairan yang diisikan ke dalam ban motor ataupun ban mobil

Cara kerjanya, roda itu saat jalan berputar, cairan ini nantinya secara otomatis akan menutup pori-pori dari karet ban tersebut, termasuk jika saat itu ada lubang akibat terkena paku atau semacamnya tambah Andri. Cairan ini bukan cairan biasa, melainkan berbentuk cairan kimia yang di dapatkannya dari kerjasama dengan salah satu Pabrik Kimia di wilayah Jawa Tengah.

Cairan tambal ban otomatis ini jika sudah di masukkan ke dalam roda, akan mampu bertahan untuk mencegah kebocoran ban hingga 1,5 tahun lamanya.

Untuk pemakaian pada motor, cairan itu cukup di masukkan ke dalam ban sebanyak 150-200 mililiter (ml) , sedangkan untuk mobil sebanyak 500 ml. Terlebih dahulu ban itu dikempesin, kemudian cairan dimasukkan melalui lubang pentil, selanjutnya dipompa kembali, dan sudah siap digunakan.

Mengenai pemasarannya, saat ini produk yang dinamakan Vionseal ini sudah dijual di 30 dealer yang tersebar di kota-kota besar di Pulau Jawa.

Saat ini produk sudah ada di 30 dealer yang sudah kerjasama dengannya, yang tersebar di kota-kota besar di pulau jawa, cairan itu dijual 70 ribu per kemasan.

Ardi mengungkapkan bisnis ini terinspirasi saat dia makan di sebuah rumah makan di salah satu Mal di Surabaya, dan dia melihat sebuah parkiran motor yang penuh dengan motor.

"Awalnya saya itu makan di sebuah mal di sini (Surabaya), lalu saya melihat di tepi jalan itu parkiran motor penuh banget dsripada parkiran mobilnya, di situ saya mulai berpikir bisnis apa yang berhubungan dengan motor dan tidak membutuhkan waktu lama dalam memperoleh untungnya," ujar Andri.

"Kalau bisnis jual helm, helm itu rata-rata baru bener-bener rusak setelah tiga tahun, jadi lama, lalu saya terus berpikir, akhirnya sampe rumah saya browshing internet, akhirnya ketemu lah tambal otomatis ini. Jadi tambal ban otomatis ini sebenarnya sudah ada di luar negeri," ucap Andri.

Mengenai pesaing bisnisnya untuk di Indonesia sendiri, saat ini sudah ada 3 hingga 4 merek yang menjual pruduk dengan tipe yang sama, namun Andri menilai semua itu masih kurang dalam segi pemasarannya.

Andri memululai bisnis ini dengan modal yang cukup besar, yaitu Rp 500 juta yang diperolehnya jadi usaha penjualan Ikan nya. Dan hingga saat ini yang masih menjadikannya kendala adalah pola pikir masyarakat indonesia itu sendiri.

Untuk menguji ketahanan dari produknya ini, pada akhir tahun 2011 lalu Andri telah melakukan uji coba 125 motor jalan di atas paku, dan acara ini telah masuk dalam rekor MURI.

sumber : bisnis.liputan6.com

Silakan komentar dengan baik dan bijak. Sesuai dengan artikel yang dibaca :)
EmoticonEmoticon