Kamis, 18 Juli 2013

Terungkap Masa Lalu Jokowi. Kalau Begini Apa Masih Yakin?

Indonesia saat ini dipimpin oleh Presiden Jokowi. Banyak yang tidak puas dengan kepemimpinan beliau. Tapi di sisi lain juga masih banyak yang merasa puas.

Kalau mereka tau tentang masa lalu Jokowi yang sebenarnya, apa masih yakin sama beliau?

Sekarang terungkap masa lalu Jokowi yang jarang orang ketahui.

Silakan simak:

Joko Widodo
atau yang akrab dipanggil Jokowi dulu adalah orang miskin. Ia anak tukang kayu, nama bapaknya Noto Mihardjo, hidupnya amat prihatin, dia besar di sekitar Bantaran Sungai. Tapi kalau kamu tau bagaimana Jokowi yang awalnya miskin bisa jadi kaya, apa kamu masih yakin sama beliau?



Bapaknya penjual kayu di pinggir jalan, sering juga menggotong kayu gergajian. Ia sering ke pasar tradisional dan berdagang apa saja waktu kecil. Ia melihat bagaimana pedagang dikejar-kejar aparat, diusir tanpa rasa kemanusiaan, pedagang ketakutan untuk berdagang. Ia prihatin, ia merasa sedih kenapa kota tak ramah pada manusia. Tapi apakah sekarang Jokowi berpihak pada pedagang kecil? Biar Anda sendiri yang menilai.



Sewaktu SD ia berdagang apa saja untuk biaya sekolah, ia tak ingin menyusahkan bapaknya yang tukang kayu itu. Ia mengumpulkan uang receh demi receh dan ia celengi di tabungan ayam yang terbuat dari gerabah. Kadang ia juga mengojek payung, membantu ibu-ibu membawa belanjaan, ia jadi kuli panggul. Sejak kecil ia tau bagaimana susahnya menjadi rakyat. Tapi apakah sekarang berpihak pada rakyat? Biar Anda sendiri yang menilai.



Ia sekolah dengan berjalan kaki. Di umur 12 tahun dia belajar menggergaji kayu, tangannya pernah terluka saat menggergaji.



Suatu ketika Ia diterima di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, jurusan kehutanan. Ia pelajari dengan tekun struktur kayu dan bagaimana pemanfaatannya serta teknologinya. Di masa kuliah ia jalani dengan amat prihatin, karena tak ada biaya hidup yang cukup. Kuliahnya disambi dengan kerja sana sini untuk biaya makan, ia sampai lima kali indekost karena tak mampu biaya kost dan mencari yang lebih murah.

Semasa kuliah ia juga seorang pecinta alam. Bersama teman-temannya ia sering mendaki gunung. Tapi apakah sekarang masih mencintai alam Indonesia? Biar Anda sendiri yang menilai.



Setamat kuliah ia tetap menjadi tukang gergaji kayu, tapi ia sudah memiliki wawasan, ia melihat industri kayu berkembang pesat, ia mendalami mebel.  Dan ia berhasil, dari sebuah bengkel mebel dengan gedek di samping pasar yang kumuh berhasil dikembangkan. Ia menangis ketika pekerja-pekerjanya bisa makan.



Suatu saat ia kedatangan orang Jerman bernama Micl Romaknan, ia ngobrol dengan Jokowi, kata orang Jerman itu : “Wah, di Jepara saya ketemu orang namanya Joko, baiklah kamu kunamakan saja Djokowi, kan mirip Djokovich” akhirnya terciptalah sebuah nickname Jokowi yang melekat hingga kini.

Perkembangan bisnisnya bagus, dulu ia dipercaya karena ia jujur, orang Jerman suka dengan orang yang jujur dan pekerja keras. Kalau sekarang apa masih jujur dan pekerja keras? Biar Anda sendiri yang menjawabnya.

Dulu Jokowi hanya tidur 3 jam sehari, selebihnya adalah kerja. Jokowi berhasil mengekspor mebel puluhan kontainer dan ia berjalan-jalan di Eropa.



Setelah sukses di bisnis, Jokowi berpikir “Bagaimana ia bisa berterima kasih pada bangsanya”. Lalu ia berpikir bahwa untuk berterima kasih adalah menjadi pemimpin rakyat yang bertanggung jawab. Ia pun masuk ke dunia politik. Apakah ia menjadi pemimpin rakyat yang bertanggung jawab? Biar Anda sendiri yang menjawabnya.



Ia masuk ke dalam dunia politik, awalnya tidak dipercaya, karena sosoknya lebih mirip tukang becak ketimbang seorang pejabat yang gagah. Tapi akhirnya Jokowi menang tipis. Karena saat itu masyarakat Solo sedang bosan dengan pemimpin lama, mereka ingin mencoba sesuatu yang baru. Apakah Anda sekarang bosan dengan pemimpin lama? Apakah ingin mencoba sesuatu yang baru? Biar Anda sendiri yang menjawabnya.



Setelah sukses menjadi walikota Solo, Jokowi pun mengikuti Pilkada Jakarta untuk menjadi gubernur Jakarta. Setelah melalui dua putaran, ia terpilih menjadi gubernur Jakarta. 


Setelah terpilih menjadi gubernur, banyak tantangan yang harus ia hadapi. Bahkan di awal-awal jabatannya banjir melanda Jakarta. Ia pun harus bekerja keras siang malam mengatasi banjir tersebut. 

Dua tahun setelah pilkada Jakarta atau tahun 2014 akan diadakan pemilihan presiden. Jokowi pun disebut-sebut masuk dalam kandidat capres. Tapi saat ditanya wartawan ia ingin fokus mengurusi Jakarta. Namun kemudian akhirnya ia pun menerima dicalonkan sebagai calon presiden tahun 2014. Menurutnya masalah banjir di Jakarta dan masalah lainnya akan lebih bisa diatasi jika ia jadi presiden. Anda yakin?

Akhirnya Jokowi pun terpilih menjadi presiden di tahun 2014. Tahun demi tahun berlalu, ada yang puas dengan kepemimpinannya, tapi ada juga yang tidak puas. Kalau Anda, termasuk yang puas atau yang tidak puas? Biar Anda sendiri yang menjawabnya.

Silakan share.

sumber referensi : http://miraclekidx.blogspot.com/2012/09/sepengal-kisah-hidup-joko-widodo.html

Silakan komentar dengan baik dan bijak. Sesuai dengan artikel yang dibaca :)
EmoticonEmoticon