Selasa, 16 Juli 2013

Kisah Sukses Saptuari Sugiharto


Saptuari Sugiharto adalah pengusaha yang berasal dari Jogjakarta. Ia merupakan lulusan UGM yang sukses dalam berbisnis. Beberapa bisnisnya antara lain Kedai Digital, Kaos Jogist, Bakso Granat, dll. Pria yang satu ini sempat menjadi juara kedua kontes Wirausaha Muda Mandiri.

Berikut kisahnya :

Saat masih duduk di bangku kuliah ia bersama ibu dan anaknya berasal dari keluarga yang pas-pasan. Dan hal itulah yang membuatnya semangat untuk menjalankan usaha.

Saat masih kuliah, ia sempat berjualan celana gunung di kampusnya. Ia membeli celana itu di Bandung dan dijualnya kembali di kampusnya. Ia juga sempat bekerja menjadi penjaga tas untuk mencari uang. Ia juga pernah memelihara ayam dan menjual ayam-ayam tersebut.  

Namun usaha yang paling membuahkan hasil, yang menjadi titik awalnya adalah usaha cetak digital. Ia mencetak mug, kaos, dan barang-barang lainnya dengan gambar-gambar unik. Ide itu diawali ketika Saptu bekerja sebagai event organizer disebuah perusahaan di Yogyakarta. Ia terheran-heran melihat salah insiden dalam konser Dewa di mana para penggemar ribut sampai memicu tawuran hanya karena berebut merchandise sang artis. Dalam benak Saptu, merchandise berlogo atau bergambar sele­briti seperti t-shirt, pin, topi dan lain sebagainya itu, sebetulnya dapat dibuat dan diperbanyak sendiri.

Bermula dari rasa ide itu, pada 2005 ia mendirikan Kedai Digital, sebuah perusahaan yang memproduksi barang-barang cinderamata (seperti mug, t-shirt, pin, gantungan kunci, mouse pad, foto dan poster keramik, serta banner) dengan hiasan hasil print digital. Untuk modal awal, ia rela menjual motor dan meminta orangtua menggadaikan rumah keluarga, akhirnya terkumpul modal sebanyak Rp 28 juta.

Ia menyewa sebuah tempat bekas pangkalan becak dan memulai usahanya disana. Saat gempa melanda Jogja, usahanya sempat luluh lantah, namun tak membuatnya patah arang.

Pada tahun pertama, Kedai Digital telah berhasil meraih penjualan sebesar Rp 400 juta. Tahun berikutnya, perolehan bisnis melesat menjadi Rp 900 juta. Seiring dengan pertambahan outlet, revenue pada 2007 menembus angka Rp 1,5 miliar. Bermula dari sebuah ­kios kecil di daerah Gejayan, Yogyakarta, kini Kedai Digital memiliki outlet di 21 kota di tanah air. Di antaranya di Jogyakarta, Solo, Semarang, , Magelang, Kudus, Klaten, Purwokerto, Sukoharjo, Wonol Madiun, Malang, Surabaya, Jember, Balikpapan, Sukabumi, Denpasar, Medan, Padang, Batam, Pekanbaru, dan Banda Aceh.

Setelah sukses dengan Kedai Digital, ia mulai merintis usaha lain, diantaranya Jogist yang merupakan singkatan dari Jogja Istimewa. Jogist merupakan kaos dengan design-design bertemakan Jogja. Selain itu dia juga memiliki usaha Bakso dan usaha-usaha lainnya.

Saat ini ia pun menjadi Sosialpreuneur dengan membuat gerakan Sedekah Rombongan atau yang disingkat SR. Melalui Sedekah Rombongan, ia membantu orang-orang yang membutuhkan.

Semoga kisah sukses ini menginspirasi kita semua.

Silakan komentar dengan baik dan bijak. Sesuai dengan artikel yang dibaca :)
EmoticonEmoticon