Sabtu, 07 Desember 2013

Keluarga Inspirasi

 Oleh : Septi Amtiningsih

Dalam sebuah keluarga terdiri dari 8 anak. Dari keluarga tersebut terlahir seorang anak yang mulia dan cantik bernama Umi. Keluarga yang serba pas-pasan, pekerjaan ayahnya hanya sebagai buruh tani, yang usahanya luar biasa tetapi upahnya sangat minim, sungguh tak sebanding sedangkan ibunya bertugas mengurus anak dan keluarga. Walaupun demikian, semangat untuk merubah nasib ke yang lebih baik nyatanya telah terbukti, lima anak kini telah menyandang gelar sarjana. Mereka berprinsip, anak-anaknya harus menjadi orang yang sukses, harus lebih baik dari nasib mereka.

Untuk mencapai suatu kesuksesan memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Umi menyadari bahwa dia harus menjadi teladan yang baik bagi adik-adiknya. Dahulu, semasa Umi kuliah, tak ada seorang pun tetangga yang kuliah, pemahaman akan pendidikan di desanya masih sangat minim. Setelah kakaknya lulus dari S1, dua tahun setelahnya Umi menyusul. Perlu diketahui bahwa untuk membayar biaya kuliah, orang tua Umi harus mencari pinjaman, dan hutang ke sana-ke mari, menjual sawah, menggadai sawah, barang dan segalanya. Itu semua dilakukan demi kesuksesan anak.

Setiap malam ibunya selalu berdzikir dan berdoa untuk anak dan keluarganya. Saat anak pertama mendapat pekerjaan, mulailah sedikit-dikit membantu beban orang tua. Setelah lulus wisuda, Umi mencari pekerjaan. Sudah beberapa kali dia ditolak perusahaan. Namun dia pantang menyerah. Joni, teman dekat Umi selalu memotivasi dan memberi bantuan. Dia adalah seorang arsitektur lulusan dari universitas ternama di Semarang.

Tak disangka-sangka munculah lowongan pekerjaan di perusahaan material bangunan di Jakarta, mitra dari Joni. Umi mencoba untuk mengambil kesempatan itu. Dengan segala nikmat syukur, akhirnya Umi diterima, walaupun dalam posisi bawahan. Bayangkan gaji pertama saat itu 18.000,00 per hari, tentu sangat kembang-kempis dompetnya. Rencana Umi untuk membantu orang tua pun pastinya masih tertunda. Dengan diimbangi doa oleh orang tua dan ketekunan Umi dalam beribadah dan berusaha, maka keberuntungan itu datang secara bergiliran. Saat itu atasannya sedang cuti, Umi diminta untuk menggantikan posisi tersebut. Pimpinannya tak menyangka ternyata Umi dapat melakukan pekerjaan dengan baik. Hari-hari berikutnya selalu begitu banyak atasan yang cuti, sampai Umi menggantikan posisi manajer.

Semenjak peristiwa itu, hubungan Umi dengan Joni semakin serius, dan akhirnya mereka menikah dan dikaruniai dua orang putera yang sangat menggemaskan. Umi tidak lupa untuk membantu orang tua dan adik-adiknya. Saat renovasi rumah kelahirannya, Umi dan kakaknya bersama-sama memberi bantuan pada orangtuanya. Dia juga membantu adiknya yaitu Budi dan Ani yang saat itu sedang menempuh kuliah di Jakarta. Selama mereka kuliah, mereka menumpang di rumah kakaknya, Umi. Umi bersyukur Budi dapat kuliah kedinasan, di Bea Cukai STAN, sehingga dapat meringankan biaya kuliah. Semua keperluan mereka dipenuhi oleh Umi dan suaminya.

Umi adalah orang yang sangat dermawan, tak pandang bulu. Tiap lebaran pasti selalu membagi-bagikan rezeki kepada tetangga, dan sanak saudara. Setiap kali ada hari qurban, pasti dia tidak pernah absen berqurban untuk desa. Orangnya ramah kepada siapa pun. Dia masih ingat betul dengan perjuangan pamannya ketika kecil dahulu yang selalu membimbingnya, oleh karena itu dia merasa berhutang budi. Tiap lebaran pasti dia selalu membelikan barang entah itu hanya berupa sarung dan baju koko. Mungkin itulah yang membuat karier Umi semakin naik. Kini dia meningkat menjadi direktur, dia sudah bisa membeli saham perusahaan.

Tahun lalu, adik yang nomor keenam, diterima di BUMN Makassar, lulus dari universitas terbaik di Jogja, UGM. Sementara adik yang ketujuh masih kuliah di UGM. Dan yang adik bungsu masih duduk dibangku SMP.

Sawah-sawah yang dahulu dijual untuk biaya sekolah, kini telah kembali, bahkan bertambah jumlahnya. Sekarang Umi fokus berinvestasi pada tanah, untuk cadangan pensiun masa tua, mengingat dia bekerja di swasta.

Sungguh keluarga yang sangat kompak, saling bekerja sama satu sama lain, yang sukses membantu yang belum sukses dan dengan disertai doa yang tiada putus dari orang tua, maka terbentuklah keluarga inspirasi.


Silakan komentar dengan baik dan bijak. Sesuai dengan artikel yang dibaca :)
EmoticonEmoticon