Selasa, 06 Mei 2014

Aku Berbeda Karena Aku Istimewa

Oleh : Hesti Mary Astuti


Namaku Hesti..diambil dari bahasa sansekerta nama binatang
terbesar di bumi.Sebagai difabel,kehidupanku penuh liku.Tak mudah untuk
tetap survive dalam lingkungan yg masih terbelenggu pandangan miring tentang
keberadaanku sebagai warga kelas dua.Dulu aku sering menangis saat teman
sekolah mengejek atau dengan sengaja menirukan jalanku yang pincang.Kalau
sudah begitu papa dengan segera memeluk dan menghapus air mataku.Aku selalu
bertanya
"Pa..kenapa Tuhan membuatku berbeda dari yang lainnya?, kenapa Dia membuat
aku tak bisa berlari mengejar teman juga kupu-kupu yang kusukai?"
Seperti biasa papaku akan selalu tersenyum sambil membelai rambutku.

"Dengar sayangku..Tuhan membuatmu berbeda dari yang lainnya bukan karena tak
sayang padamu..tapi justru Dia sangat mencintaimu.Kamu memang tak bisa
berlari..tapi kamu bisa berempati.Apa guna sepasang kaki sempurna jika
digunakan menginjak rumput yg tak berdaya.Sayangku..Tuhan memberi ganti yang
lebih daripada tampilan fisik sempurna.Kamu cerdas dan berhaati lembut..itu
yg terpenting Kelak kau harus camkan kau berbeda karena kamu istimewa.."
Aku terdiam mendengar nasehat papa.Butuh waktu lama..karena untuk
memahaminya aku harus mengalahkan ketakutan dari diriku sendiri.

Sejak percakapan itu aku berusaha tegar.Aku bisa selesaikan pwndidikan
formalku dgn hasil memuaskan.Aku bisa jadi guru dan motivator.Aku bisa unya
buku hsil hobiku menulis.Aku jg menikah dengan suami yg sempurna secara
fisik.Dari pernikahan itu aku jg dikaruniai seorang anak perempuan
cantik.Maka dari itu bagi pembaca yg kebetulan difabel seprti saya jgn
menyerah oleh keadaan.Tanamkan keyakinan bahwa kita berbeda karena kita
istimewa.


Silakan komentar dengan baik dan bijak. Sesuai dengan artikel yang dibaca :)
EmoticonEmoticon