Jumat, 23 Mei 2014

Surat Kecil Untuk Ibu

Oleh : Zahliana Zubir


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Meskipun aku tau lembaran surat ini tak akan pernah kau sentuh, kata-kata yang ku rangkai di dalamnya tak akan pernah kau baca, namun aku tak akan pernah berhenti menggoreskan tintaku di atas kertas putih ini untuk mengekspresikan rasa cinta dan rinduku padamu, Bunda.

    Bunda, apa yang aku bisa tanpamu? Aku tak ubahnya seperti seorang gadis kecil yang baru saja belajar merangkak dan perlahan-lahan mulai berani menyentuhkan kakiku ke lantai yang dingin untuk belajar berdiri, tanpamu di sampingku, mungkinkah aku dapat berdiri tegap di atas kakiku yang lemah? Jika saja kau masih disini bersamaku, kau tak akan membiarkanku terluka sedikitpun, kau akan terus menuntunku, lagi dan lagi.

    Taukah kau, Bunda? Aku tak pernah menduga hari itu akan datang, merenggut sisa-sisa desahan nafasmu, dan menjadikanku anak piatu. Semenjak Tuhan mengambilmu kembali dari sisiku, aku merasa hidupku kelam, sinar apapun yang ku tatap tak lagi bercahaya, karena cahaya ketulusan yang sesungguhnya hanya terpancar dari hatimu. Kepergianmu benar-benar telah membuat mataku terbuka
akan betapa pentingnya eksistensimu dalam hidupku, kau adalah sosok yang tak tergantikan.

    Andai saja mesin waktu itu benar adanya, aku ingin kembali memutar waktu ke masa dimana kau masih mencurahiku dengan kebaikan dan budi luhurmu, karena bagiku kaulah “Pahlawan Sejati” yang telah menabur benih-benih cinta dalam sanubariku, hingga setiap aliran darah dalam nadiku tiada luput dari kasih sucimu.

    Bunda, bahkan hingga takdir telah membentangkan jarak yang begitu jauh antara aku dan kau, namun sosokmu masih begitu hidup dalam relung sukmaku, budi baikmu tetap akan ku kenang hingga akhir hayatku.

Setiap sujudku tak pernah luput dari do’a yang selalu ku kirim untukmu, Bunda. Semoga Allah memberikan tempat terindah untukmu disisi-NYA. Aamiiin.
Thank’s for your love, for your time and everything that you gave me, I
love you so much.
Happy mother’s day, Mom.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Gadis kecilmu,
    Lara

    Ku lipat kertas origami berwarna hijau muda itu, lalu kuselipkan dalam amplop berwarna senada dan ku hanyutkan bersama riak gelombang di lautan lepas tepat di hari semua orang merayakan hari Ibu. 



1 komentar

Silakan komentar dengan baik dan bijak. Sesuai dengan artikel yang dibaca :)
EmoticonEmoticon