Sabtu, 31 Mei 2014

Waktu Adalah Kehidupan

Oleh : Razali Al-Faruqy


Kita sering mendengar bahwa waktu adalah uang, waktu adalah emas. Waktu lebih berharga dari permata. Ini merupakan pandangan bagi mereka yang mengukur waktu hanya sebatas materi saja, tapi bagi kita selaku orang mukmin lebih pantas mengatakan sebagaimana perkataan Hasan al-Banna, “waktu adalah kehidupan”. Dimana waktu merupakan awal dari segalanya. Tanpa kehidupan tidak mungkin kita memperoleh uang , tanpa hidup emas permatapun mustahil kita miliki, maka nyatalah bahwa waktu jauh lebih bernilai dari mata uang, jauh lebih berharga dari emas maupun permata. Maka, siapa saja yang menyia-nyakan waktu, berarti dia telah menyia-nyiakan masa hidupnya. Siapa saja yang sia-sia semasa masih hidup, maka tidaklah ada perbedeaan antara ia hidup ataupun mati. Sebagaimana dikatakan orang arab, “ wujud ka al- ‘adam” yang berarti, adamu bagai tiada.

Ya ikhwaan…
Waktu adalah kata tunggal, tapi dia berperan penting di segala bidang, dia punya kontribusi besar terhadap kesuksesan dan kegagalan insane. Seorang hamba yang sukses adalah hamba yang sangat menghargai dan menjaga waktu, namun sebaliknya, manusia yang gagal adalah mereka-mereka yang tiada beda antara hidup dan mati dikarenakan menyia- nyiakan waktu yang teus bergulir disisinya.

Agama Islam sangat menjungjung tinggi nilai waktu, sehingga pepatah arab pernah menegaskan :

الَوَقْتُ سَيْفٌ فَإِنْ لَمْ تَقْطَعْهُ
قَطَعَكَ
"waktu bagaikan pedang maka bila engkau tidak memotongnya, niscaya dia akan memotong mu."

Bila waktu tidak kita jaga dengan baik dia akan berobah dari kawan menjadi lawan, bahkan akan menjadi musuh kejam yang akan memotong bahkan mencincang masa depan kita, tidak ada pada nya rasa setia sekecil atom pun, dia akan meninggalkan semua manusia yang tidak ikut besertanya, dia tidak akan menunggu walaupun sedetik , dia terus berjalan begitu cepat bagaikan kilat, setahun seakan-akan hanya beberapa hari saja, sebagaimana syair arab :

مَرَتْ سِنِيْنُ بِالْوِصَالِ و
َبِالهنَأ مِنْ قَصْرِهَا كَأَنَّهَا
أَيَّامُ * ثُمَّ اْنْقَضَتْ تِلْكَ
الْسِنُوْنَ وَأَهْلُها َكََّأَنَّها
أِحْلاَمُ

Berlalulah tahun dengan perjumpaan dan kebahagiaan amatlah pendek seakan-akan hanya beberapa hari* kemudian terlewatilah tahun bersama ahli nya seakan-akan hanya sebuah mimpi.

Ya ikhwan fillah…
Mari sama-sama kita merenungi sya’ir di atas, waktu yang kita lewati bila tidak dimaanfaatkan dengan bijaksana, maka ia akan terus terlewati tanpa kita sadari, sehingga seolah-olah kehidupan ini hanya seperti mimpi.

Waktu cepat berjalan, tidak ada satu kendaraanpun didunia ini yang sanggup menandinginya. Ia mustahil kembali, tidak ada satu cara pun yang bisa mengundangnya kembali untyuk mengulang masa- masa yang telah kita lalui.

Waktu itu harta termahal, bagaimanapun manusia punya banyak uang, banyak harta benda, tapi tidak seorangpun yang sanggup membeli waktu, tak seorangpun mampu menggantikan detik-detik yang terlewati. Tidak kita jumpai harta termahal dan harta yang paling berharga lainnya selain sang waktu.

Waktu sangat berharga, semua orang tahu akan hal itu. Tapi sekedar mengetahui dan memiliki waktu itu tidak akan pernah menjadikan kita kaya, akan tetapi hanya menghargai, mengunakan serta memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya adalah sumber dari semua kekayaan yang tiada tara yang telah Allah berikan kepada mereka- mereka yang bijaksana dalam memanfaatkan dan menjalankan roda kehidupannya.

Mari kawan kita ikat sang waktu, kita manfaatkan, kita pergunakan ia, agar selalu hidup bersama kita, menemani detik-detik perjalanan kita tanpa ada yang sia- sia guna menjemput kesuksesan dan kebahagian seumur masa, karena sang waktu adalah kehidupan.




2 komentar

Assalamualaikum_Nice ☺ boleh izin share tulisan nya tak :) terimakasih

Waalaikum salam. Silakan, jangan lupa cantumkan sumbernya :)

Silakan komentar dengan baik dan bijak. Sesuai dengan artikel yang dibaca :)
EmoticonEmoticon