Jumat, 21 Oktober 2016

Kisah Sukses Pencuci Piring Menjadi Pengusaha Restoran


Sobat Bangun Inspirasi, tidak ada yang tidak mungkin untuk mengubah nasib apa pun kondisinya, selama seseorang memiliki impian dan kemauan yang kuat. Karena kisah sukses berikut menceritakan seorang yang sukses membangun karirnya dari bawah, dari seorang yang bekerja sebagai pencuci piring hingga memiliki konsultan restoran untuk membantu restoran-restoran baik di Indonesia maupun di luar negeri dalam membangun usahanya. Ia juga pernah menjadi direktur sebuah restoran dan juga segudang pengalaman sukses lainnya. 


Menjadi Pencuci Piring

Perjalanan karirnya bermula dari perantauannya ke Singapura selepas lulus SMA. Saat itu beliau diajak orang Hongkong untuk bekerja di sana. Awalnya beliau hanya bekerja sebagai pencuci piring pada tahun 1988 di sebuah restoran di Singapura.

Pekerjaan itu dijalaninya selama 3 bulan. Tapi di saat itu, ia sudah berpikir untuk berjuang agar kehidupannya lebih baik. Saat itu ia merasa bahwa kalau orang miskin merantau ke Singapura, tidak ada uang lebih untuk hiburan selepas bekerja. Apa lagi di Wilayah Orchard adalah tempat yang segala sesuatunya paling mahal. Sementara saat itu gajinya pun pas-pasan untuk membayar biaya kos dan biaya hidup sehari-hari. 

Saat itu ia biasanya tidak langsung pulang seusai bekerja. Walau jam kerjanya telah selesai, telah lewat jam sepuluh malam, ia tetap di restoran untuk membantu pekerjaan yang bukan tanggung jawabnya walau tidak dibayar. Bahkan ia sering bekerja hingga jam 2 malam. Ia sering membantu Chief yang memasak di restoran tersebut supaya ada kesempatan mencari ilmu lebih. 

Pada saat itu memang tidak seperti sekarang yang setiap ilmu mudah untuk dicari di internet, maka ketika itu ia harus bekerja lebih untuk mendapatkan ilmunya. Di sisi lain, pada saat itu ia juga senang setelah bekerja lebih di luar jam kerja dan tanggung jawabnya, ia bisa mendapat makanan-makanan sisa yang tidak habis di restoran tersebut. Ia juga beranggapan kalau ia rajin, pasti jabatannya cepat naik. Karena atasan pasti akan lebih mempercayai orang yang rajin dan memberikan kontribusi lebih kepada perusahaan. Dan jika semakin rajin, maka akan semakin banyak kesempatan. 


Mulai Menjadi Chief

Saat membantu Chief walaupun saat itu masih menjadi pencuci piring, ia punya target maksimal dalam waktu sepuluh tahun harus bisa memasak dan menjadi Chief. Akhirnya tak perlu sampai selama itu, baru satu tahun setengah ia sudah bisa memasak. Karena ia sering melihat langsung dan membantu para Chief yang ada di restoran tersebut. Kemudian ia pun dipercaya untuk memasak, walau awalnya hanya memasak untuk karyawan, bukan untuk tamu. 

Saat itu pun awalnya masakannya kadang-kadang sering dikomplain, kadang terlalu asin, kadang pula ada sesuatu yang kurang, dan lain sebagainya. Tapi itu menjadi pengalaman dan pelajaran yang berarti baginya. Ia pun memotivasi dirinya untuk memasak lebih baik dan lebih baik lagi. Hingga semakin lama beliau semakin mahir memasak dan dipercaya sebagai Chief. 

Sebenarnya memasak bukanlah hobinya saat itu, tapi karena kekurangan secara ekonomi, ia berpikir harus bekerja dan mendapatkan uang yang lebih. Ia merasa tidak punya pilihan pada saat itu sehingga yang terpikir adalah ia ingin menjadi Chief untuk mendapatkan penghasilan. Tidak selamanya menjadi pencuci piring dengan gaji pas-pasan. Dan ia selalu berusaha untuk mensyukuri pekerjaan yang dijalaninya. 

Dia bekerja di restoran itu selama 2 tahun setengah. Karena ia bekerja dengan rajin dan menurut pada atasan, beliau pun direkrut oleh salah satu group restoran besar di Singapura, yang memiliki banyak cabang. Di sana, yang awalnya hanya memasak, kemudian ia terus menunjukkan kinerja yang maksimal sehingga terus diberikan kenaikan gaji dan kenaikan jabatan. 

Dia selalu berusaha mensyukuri apa yang ada, apa yang menjadi pekerjaannya. Karena menurutnya orang yang hebat adalah orang yang mensyukuri pekerjaannya dan ia bekerja dengan passion. Selain itu, ia juga selalu berusaha menjadikan kesulitan sebagai kesempatan. Karena banyak orang yang kaya dan sukses mampu memanfaatkan kesulitan menjadi kesempatan. Sementara banyak orang yang memiliki kesempatan tapi tidak memanfaatkan kesempatan tersebut. Sehingga hidupnya tidak pernah berubah.


Menjadi Juara Memasak

Ia pun selalu ingin berbeda dari yang lain, terutama dalam memasak. Walau mungkin ada risikonya. Namun itu yang menjadikannya luar biasa. Dari waktu ke waktu kemampuan memasaknya semakin terasah. Hingga suatu hari, karena ia masih muda, ia merasa harus banyak memiliki pengalaman. Ia pun kemudian mengikuti pertandingan memasak. Ia membuat masakan-masakan yang secara penampilannya unik, misalnya masakannya dibentuk burung, dibentuk naga, dan lain sebagainya. Akhirnya saat itu ia menjadi juara satu di Singapura. 

Tidak berhenti sampai di situ, kemudian sebagai juara di Singapura, ia pun mewakili Singapura untuk bertanding di pertandingan memasang level Asean. Dengan usahanya, ia pun menjadi juara kedua se-Asean pada saat itu. Bahkan setelah itu beliau mewakili Asean untuk pertandingan memasak tingkat dunia. Ia pun berhasil meraih peringkat ketiga dalam pertandingan memasak tingkat dunia. Ia selalu menonjolkan kelebihannya dalam memasak sehingga menghasilkan masakan yang lebih moderen. Itu yang membuatnya bisa memenangkan persaingan. Sejak itulah ia dipercaya bergabung di resdt di hotel bintang lima.

Kembali Ke Indonesia

Setelah bekerja lama di Singapura, ia pun ke Indonesia. Ada perusahaan di Indonesia yang membeli franchise restoran di Singapura. Yang membangun group restoran tempatnya  bekerja itu pun adalah orang Indonesia yang berasal dari Semarang. Setelah ada orang Indonesia yang membeli franchisenya, Mantan pencuci piring itu pun bekerja di restoran tersebut di Jakarta pada tahun 1990 dengan posisi sebagai wakil kepala koki.

Lalu saat ia bekerja di restoran di daerah Kuningan, Rasuna Said, Jakarta. Di sana banyak perusahaan-perusahaan besar. Itu membuat banyak bos-bos besar yang makan di restoran tempatnya bekerja. Ia pun bertemu dengan bos Mulia group yang saat itu memiliki restoran Samudra group. Kemudian ia direkrut ke restoran Samudra di tahun 1995. 

Lalu pada tahun 1997, saat Bos mulia group berniat membangun Hotel Mulia, ia dipercaya menjadi kepala restoran dan turut menjadi tim awal yang membuat konsep di Hotel tersebut. Ia memberikan masukan dan gagasannya tentang pembangunan hotel tersebut dari segi restoran, landskape dan penempatan ruang, serta lain sebagainya. Ia berprinsip bahwa semakin besar tantangan harus dihadapi. Jika ia sudah diberikan kesempatan, maka kesempatan itu harus dimanfaatkan. Semakin banyak kesulitan dan semakin banyak tantangan justru ia semakin senang. Karena apabila bisa melewati tantangan, ia akan mendapatkan kepuasan yang luar biasa serta semakin banyak mendapatkan ilmu dan pengalaman.

Mendirikan Restoran

Ia bekerja di Hotel Mulia selama 5 tahun lebih. Ia kemudian membuat usaha restoran eastern dengan temannya pada tahun 2000 sampai tahun 2010. Ia memberikan ide dan gagasan sehingga dipercaya menjadi Direktur Operasional di restoran tersebut. 

Dalam menerapkan kepemimpinnya, ia selalu menempatkan karyawan seperti keluarganya sendiri serta menerapkan konsep keterbukaan antara dirinya dengan karyawan. Ia selalu menekankan akan pentingnya kebersihan dan pelayanan terbaik. Karena  menurutnya bisnis restoran adalah bisnis yang menjual jasa, sehingga pelayanan sangat berperan penting. Ia pun menekankan agar para karyawan dapat bersikap ramah secara alamiah dan natural. 

Saat memimpin restoran tersebut, berbagai kerja sama pun dilakukannya, termasuk dengan perusahaan-perusahaan perbankan. Hingga akrhinya restoran tersebut mendapat  berbagai penghargaan.

Setelah malang melintang di dunia kuliner, ia bergabung dan membantu Kagum Group dalam membangun restoran di hotel-hotel milik Kagum Group pada tahun 2010 sampai 2012. Salah satunya adalah restoran King Dinasty yang menyajikan menu masakan-masakan China.

Mendirikan Konsultan Restoran

Dengan segudang pengalamannya, ia kemudian membuat konsultan untuk restoran-restoran di hotel-hotel untuk memberikan masukan dan gagasan dalam membangun usaha tersebut. 

Pekerjaan yang dijalaninya sebagai konsultan saat ini ia rasakan seperti seorang seniman. Ia bisa menikmati hidup dan memberikan kontribusi di bidang yang ia jalani. Di konsultan tersebut di mana pun ada yang membutuhkan konsultan restoran, ia akan membantunya. Saat ini beliau sudah go Internasional dan dipercaya menjadi konsultan restoran di berbagai negara. Salah satunya adalah Australia. Di sana ada orang Indonesia yang membuka restoran di Australia dan memintanya menjadi konsultan untuk membangun restoran tersebut.

Ia mampu membuktikan, bahwa dengan mensyukuri apa yang menjadi pekerjaannya dan selalu berusaha untuk mendapatkan ilmu lebih diiringi dengan kerja keras, ia mampu meraih kesuksesan walaupun mengawali karir sebagai pencuci piring. Karena baginya, semua orang bisa sukses apa pun kondisinya jika bisa menjadikan kesulitan sebagai kesempatan untuk terus maju. 

Sobat Bangun Inspirasi, itulah Kisah sukses seorang yang pernah menjadi pencuci piring, namun dengan perjuangan dan kerja kerasnya ia bisa mendirikan usaha konsultan restoran. Menurutnya, setiap orang yang ingin maju juga harus berani menghadapi tantangan. Jika ingin menjadi pengusaha, tidak usah takut rugi atau bangkrut. Yang penting jalani dan hadapi risikonya.

Hanya butuh klik share ke sosial media untuk ikut menyebarkan inspirasi.

Silakan komentar dengan baik dan bijak. Sesuai dengan artikel yang dibaca :)
EmoticonEmoticon