Rabu, 19 Oktober 2016

Kisah Sukses Warren Buffet, Orang Terkaya yang Sederhana dan Dermawan


Sobat Bangun Inspirasi, Warren Buffet adalah salah satu orang terkaya di dunia. Saat ini di tahun 2016, ia berada di peringkat ketiga sebagai orang terkaya di dunia, di bawah Bill Gates dan Amancio Ortega. Ia adalah seorang investor yang sangat sukses. Kekayaannya ditaksir mencapai $60,8 miliar dari perusahaan investasinya yang bernama Berkshire Hathaway.

Warren Buffet dikenal sebagai orang kaya yang amat dermawan. Ia pernah menyumbangkan sebagian hartanya pada yayasan yang dikelola oleh Bill Gates. Lalu bagaimana kisah hidup Warren Buffet hingga mencapai kesuksesannya.


Berikut profil atau kisah sukses Warren Buffet

Warren Buffet lahir pada tanggal 30 Agustus 1930 di Omaha, Nebraska, Amerika Serikat. Perjalanan suksesnya tentu tidaklah mudah. Tapi, ia memiliki langkah bisnis yang cerdik. 

Pada tahun 1951 sampai 1954, Buffet menyelesaikan studinya di Columbia Graduate Business School dan mendapatkan gelar Master. Setelah itu, ia bekerja sebagai salesman investasi di Omaha. Kemudian ia pun pindah ke New York dan bekerja sebagai analis sekuritas di Graham Newman Coorporation. 

Di sana, ia banyak berkonsultasi dengan orang yang ahli di bidang pasar modal. Berbekal ilmu itulah, Buffet kemudian kembali ke Omaha untuk mengelola dana milik orang-orang kaya di sana. Ia pun mendirikan perusahaan dengan modal US$ 100.  Namun akhirnya perusahaan itu harus dijual dan dibubarkan, padahal para investornya puas karena mampu mendapatkan keuntungan 30,4 % per tahun.

Tapi walaupun perusahaannya harus dijual dan ditutup, Buffet tidak menyerah begitu saja. Ia terus bekerja dan berusaha untuk meraih kesuksesan. Dan akhirnya pada tahun 1965 ia membeli saham Berkshire Hartaway dengan harga US$ 8 per lembar.  Ia pun mengelola dan mengembangkan perusahaan itu.

Setelah mengelola perusahaan itu selama 3 tahun, ia berhasil menjadi pemegang saham terbesar di perusahaan tersebut. Keuntungan yang diperolehnya tidak dipakai untuk berfoya-foya. Tapi melalui Berkshire Hartaway ia menginvestasikan uangnya dengan membeli utilitas, perusahaan permata, perusahaan asuransi, serta perusahaan makanan.

Dengan usahanya, perusahaan itu terus bertumbuh. Nilai sahamnya terus meningkat. Setelah 46 tahun, saham Berkshire Hartaway mengalami perkembangan yang sangat pesat. Bahkan harga sahamnya sempat mencapai US$ 150.000 per lembar.


Strategi Bisnis Buffet yang Sederhana

Walaupun berhasil meraih kesuksesan yang luar biasa hingga menjadi salah satu orang terkaya di dunia, strategi bisnis yang diterapkan Buffet sebenarnya sangatlah sederhana. Ia tidak mau ambil pusing dengan rumor yang beredar di kalangan investor saham. Buffet hanya fokus terhadap perusahaan yang memiliki potensi untuk berkembang namun masih berharga untuk dibeli. Ia bukanlah seorang spekulan saham yang membeli saham saat harganya rendah dan menjualnya saat harganya tinggi. 

Warren Buffet lebih memilih melakukan investasi dalam jangka panjang. Ia tidak melakukan jual-beli saham dalam jangka pendek seperti para spekulan saham. Buffet hanya mau berinvestasi pada perusahaan yang bisnis atau produknya dikenal baik dan masih terus beroperasi, seperti saham Coca Cola yang ia beli, ia tidak pernah menjualnya walaupun sahamnya sempat anjlok di tahun 1998-1999. Ia melihat trend jangka panjang, karena itulah ia mempertahankan saham Coca Cola hingga saat ini.

Hal inilah yang membuat Bufffet tidak mau membeli saham Microsoft atau perusahaan dotcom dan perusahaan teknologi internet lainnya yang booming di tahun 2000- an. Saat itu banyak orang di pasar saham beramai-ramai membeli saham dotcom atau perusahaan internet lainnya. Perusahaan intenet memang bisa saja berkembang dengan sangat cepat. Tapi banyak juga yang tumbang dalam waktu cepat.

Dalam berinvestasi, Buffet banyak belajar dari Benjamin Graham dan Philip Fisher. Kedua tokoh ini memiliki karakter investasi yang berbeda. Graham memiliki kriteria kuantitatif sedangkan Fisher lebih memiliki kriteria kualitatif. Buffet menggabungkan  menggabungkan kedua strategi dari tokoh tersebut, sama-sama berorientasi untuk investasi jangka panjang.

Walaupun kaya tetap sederhana dan dermawan

Walaupun menjadi investor terbaik dunia yang memiliki kekayaan, Buffet tetap  rendah hati dan sederhana. Dengan harta kekayaannya tentu ia bisa hidup mewah.  Tapi, ia memilih untuk hidup sederhana di rumah sederhananya di Omaha, Amerka Serikat. Ia pun menggunakan mobil tua yang masih ia pakai. 

Selaini itu, Buffet juga tak ingin anak-anaknya hanya mengandalkan kekayaan orang tuanya saja. Ia tak ingin mewariskan kekayaannya pada anak-anaknya. Ia ingin anaknya bisa sukses karena usahanya sendiri. 

Buffet menyumbangkan 85 persen dari kekayaannya untuk yayasan amal milik Bill Gates. Sumbangannya tersebut, sumbangan tercatat sebagai sumbangan terbesar dalam sejarah Amerika.

Buffet pun nampaknya tak terlalu takut akan penjahat yang bisa saja mencuri hartanya. Karena itu ia tak pernah mendapat pengawalan ketika bepergian. Buffet berharap  kesederhanaannya dan kedermawanannya membuat orang kaya yang berlimpah harta terinspirasi untuk hidup sederhana dan saling berbagi.

Buffet merasa sudah cukup puas dengan apa yang dimilikinya. Ia sadar bahwa orang yang sudah mati tidak akan membawa harta. Buffet merasa beruntung karena ia masih bisa berbagi dengan sesama.

Itulah kisah sukses Warren Buffet  hingga menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Ternyata kunci suksesnya adalah kesederhanaannya. Ia memiliki strategi bisnis yang sederhana dalam berinvestasi. Selain itu, setelah meraih kesuksesan pun ia tetap menjadi sosok yang sederhana dan dermawan.

Semoga saja sobat Bangun inspirasi bisa terinspirasi untuk menjadi sukses, namun tetap sederhana dan dermawan.

Hanya klik tombol share untuk ikut menyebarkan inspirasi.

Silakan komentar dengan baik dan bijak. Sesuai dengan artikel yang dibaca :)
EmoticonEmoticon